PERMAINAN TENIS MEJA
A.
SEJARAH
Permainan tenis meja
atau pingpong merupakan salah satu dari cabang olahraga permainan yang
mempergunakan bola kecil dan raket. Permainan ini menggunakan raket yang
terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet. Salah satu pendapat umum yang
telah diakui kebenarannya menyatakan bahwa permainan ini merupakan perkembangan
dari permainan tenis kuno dan untuk pertama kalinya lahir di Inggris tahun
1880-an (Adi, 2010) dan dalam perkembangannya mengalami pasang surut. Pada
tahun 1920-an, permainan ini mulai berkembang lagi, ditandai dengan munculnya
klub-klub tenis meja di seluruh dunia, terutama di Eropa. Dengan berkembangnya
permainan tenis meja, maka didirikan Federasi Tenis Meja Internasional “ITTF” (International
Table Tennis Federation) pada
tahun 1926 yang beranggotakan 140 negara. ITTF juga menjadi sponsor
individu dan tim yang bermain di kejuaraan dunia yang diselenggarakan dua tahun
sekali.
Permainan tenis meja
masuk Asia Selain India setelah tahun 1910. Namun usaha-usaha terorganisir
untuk memperkokoh kepentingan tenis meja baru berakar pada waktu diselenggarakannya
kejuaraan dunia di Bombay pada bulan Februari 1952. Negara-negara Asia sebagai
peserta di dalam kejuaraan dunia tersebut memutuskan untuk membentuk federasi
tenis meja asia yang dalam bahasa inggris lebih dikenal dangan The Table Tennis
Federation of Asia(TTFA).
Permainan tenis meja
dikenal bangsa Indonesia
kira-kira pada tahun 1930. Pada waktu itu permainan tenis meja hanya dimainkan
oleh keluarga-keluarga dari Belanda dan suatu kelompok masyarakat tertentu
saja, dan juga waktu itu olahraga tenis meja dimainkan guna mengisi waktu luang
atau hanya untuk rekreasi orang-orang Belanda di balai-balai pertemuan.
Permainan tenis meja merupakan permainan yang sangat unik dan bersifat kreatif,
sehingga permainan tenis meja banyak digemari oleh sebagian
besar lapisan masyarakat Indonesia baik oleh
anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Sebelum perang dunia ke II pecah, tepatnya
tahun 1939, tokoh-tokoh pertenismejaan mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong
Seluruh Indonesia). Pada tahun 1958 dalam kongresnya di Surakarta PPPSI
mengalami perubahan nama menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh
Indonesia). Tahun 1960 PTMSI telah menjadi anggota federasi tenis meja Asia,
yaitu TTFA (Table Tennis Federation of Asia). Perkembangan tenis meja di
Indonesia sejak berdirinya PPPSI hingga sekarang bisa dikatakan cukup pesat.
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perkumpulan-perkumpulan tenis meja yang
berdiri, serta banyaknya pertandingan tenis meja yang dilakukan, misalnya dalam
arena : PORDA, PON, POMDA, POSENI di tingkat SD, SMP, SMA serta pertandingan-pertandingan
yang diselenggarakan oleh perkumpulan-perkumpulan tenis meja, instansi
pemerintah atau swasta atau karang taruna dll. Indonesia selalu di undang dalam
kejuaraan-kejuaraan dunia resmi setelah Indonesia terdaftar sebagai anggota ITTF
pada tahun 1961.
B.
PRASARANA DAN
SARANA
1.
Meja
Meja
tenis meja berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 2,74m, lebar 1,525m,
dan tinggi 76cm. Permukaan permainan boleh terbuat dari bahan apapun asal dapat
memantulkan bola dari ketinggian 30cm kembali keatas setinggi 23cm. Permukaan
meja harus berwarna gelap dan pudar ditambah garis putih selebar 2cm sepanjang
tiap sisi meja
2.
Net
Tinggi net 15,25 cm dan melintang ditengah meja dan jarak tiang
dari net meja 15,25cm dengan total panjang meja 1,83m.
3.
Bet
Ukuran, berat, bentuk bet tidak ditentukan, tetapi daun raket
harus datar dan kaku. Daun bet minimal 85% terbuat dari kayu diukur dari
ketebalannya, lapisan perekat di dalam kayu dapat diperkuat dengan bahan yang
berserat seperti karbon atau fiberglass atau bahan kertas yang dipadatkan,
bahan tersebut tidak lebih dari 7,5% dari total ketebalan 0,35mm yang adalah
merupakan bagian yang lebih sedikit tipis.
4.
Bola
Bola tenis meja berwarna putih dan orange dengan diameter 40mm dan
berat bola 2,7gr.
DAFTAR
PUSTAKA
Adi, Putu Panca. 2010. Buku Ajar Permainan Tenis Meja.
Singaraja: Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Olahraga
dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha.
Kertamanah,
Alex. 2015. Teknik dan Taktik Permainan Tenis Meja. Bandung: Rosdakarya.
Subakti dan Hermansyah.
2015. Dasar-Dasar Permainan Tenis Meja. Bandung: Genius.
Wikipedia. 2016. Tenis Meja. Tersedia
pada http://id.m.wikipedia.org/wiki/Tenis_meja. Diakses pada tanggal 25 Agustus 2016.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar