Kamis, 01 September 2016

Handout TP. Tenis Meja (Sejarah & Sarana dan Prasarana Tenis Meja)

PERMAINAN TENIS MEJA

A.           SEJARAH
Permainan tenis meja atau pingpong merupakan salah satu dari cabang olahraga permainan yang mempergunakan bola kecil dan raket. Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet. Salah satu pendapat umum yang telah diakui kebenarannya menyatakan bahwa permainan ini merupakan perkembangan dari permainan tenis kuno dan untuk pertama kalinya lahir di Inggris tahun 1880-an (Adi, 2010) dan dalam perkembangannya mengalami pasang surut. Pada tahun 1920-an, permainan ini mulai berkembang lagi, ditandai dengan munculnya klub-klub tenis meja di seluruh dunia, terutama di Eropa. Dengan berkembangnya permainan tenis meja, maka didirikan Federasi Tenis Meja Internasional “ITTF” (International Table Tennis Federation) pada tahun 1926 yang beranggotakan 140 negara. ITTF juga menjadi sponsor individu dan tim yang bermain di kejuaraan dunia yang diselenggarakan dua tahun sekali.
Permainan tenis meja masuk Asia Selain India setelah tahun 1910. Namun usaha-usaha terorganisir untuk memperkokoh kepentingan tenis meja baru berakar pada waktu diselenggarakannya kejuaraan dunia di Bombay pada bulan Februari 1952. Negara-negara Asia sebagai peserta di dalam kejuaraan dunia tersebut memutuskan untuk membentuk federasi tenis meja asia yang dalam bahasa inggris lebih dikenal dangan The Table Tennis Federation of Asia(TTFA).
Permainan tenis meja dikenal bangsa Indonesia kira-kira pada tahun 1930. Pada waktu itu permainan tenis meja hanya dimainkan oleh keluarga-keluarga dari Belanda dan suatu kelompok masyarakat tertentu saja, dan juga waktu itu olahraga tenis meja dimainkan guna mengisi waktu luang atau hanya untuk rekreasi orang-orang Belanda di balai-balai pertemuan. Permainan tenis meja merupakan permainan yang sangat unik dan bersifat kreatif, sehingga permainan tenis meja banyak digemari oleh sebagian besar lapisan masyarakat Indonesia baik oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Sebelum perang dunia ke II pecah, tepatnya tahun 1939, tokoh-tokoh pertenismejaan mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia). Pada tahun 1958 dalam kongresnya di Surakarta PPPSI mengalami perubahan nama menjadi PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia). Tahun 1960 PTMSI telah menjadi anggota federasi tenis meja Asia, yaitu TTFA (Table Tennis Federation of Asia). Perkembangan tenis meja di Indonesia sejak berdirinya PPPSI hingga sekarang bisa dikatakan cukup pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perkumpulan-perkumpulan tenis meja yang berdiri, serta banyaknya pertandingan tenis meja yang dilakukan, misalnya dalam arena : PORDA, PON, POMDA, POSENI di tingkat SD, SMP, SMA serta pertandingan-pertandingan yang diselenggarakan oleh perkumpulan-perkumpulan tenis meja, instansi pemerintah atau swasta atau karang taruna dll. Indonesia selalu di undang dalam kejuaraan-kejuaraan dunia resmi setelah Indonesia terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961.

B.            PRASARANA DAN SARANA
1.             Meja
Meja tenis meja berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 2,74m, lebar 1,525m, dan tinggi 76cm. Permukaan permainan boleh terbuat dari bahan apapun asal dapat memantulkan bola dari ketinggian 30cm kembali keatas setinggi 23cm. Permukaan meja harus berwarna gelap dan pudar ditambah garis putih selebar 2cm sepanjang tiap sisi meja















2.             Net
Tinggi net 15,25 cm dan melintang ditengah meja dan jarak tiang dari net meja 15,25cm dengan total panjang meja 1,83m.






3.             Bet
Ukuran, berat, bentuk bet tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan kaku. Daun bet minimal 85% terbuat dari kayu diukur dari ketebalannya, lapisan perekat di dalam kayu dapat diperkuat dengan bahan yang berserat seperti karbon atau fiberglass atau bahan kertas yang dipadatkan, bahan tersebut tidak lebih dari 7,5% dari total ketebalan 0,35mm yang adalah merupakan bagian yang lebih sedikit tipis.















4.             Bola
Bola tenis meja berwarna putih dan orange dengan diameter 40mm dan berat bola 2,7gr.













DAFTAR PUSTAKA
Adi, Putu Panca. 2010. Buku Ajar Permainan Tenis Meja. Singaraja: Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha.
Kertamanah, Alex. 2015. Teknik dan Taktik Permainan Tenis Meja. Bandung: Rosdakarya.
Subakti dan Hermansyah. 2015. Dasar-Dasar Permainan Tenis Meja. Bandung: Genius.

Wikipedia. 2016. Tenis Meja. Tersedia pada http://id.m.wikipedia.org/wiki/Tenis_meja. Diakses pada tanggal 25 Agustus 2016.